(Source: symphonyofawesomeness, via achmadlutfi)
Tak peduli apa yang telah hilang dalam hidupmu, selama kamu masih mampu bersyukur pada Tuhan, kamu tak pernah kehilangan apa pun.
- Teddy
— (via gangguanmental)
(via dinnidi)
Tulisan ini adalah karya Timer Manurung, Pendiri Yayasan Silvagama. Terbit di Kompas, 15 April 2013. Duh,
Kembali, DPR (dan pemerintah) mengajukan draf rancangan undang-undang yang bertentangan dengan harapan dan kebutuhan publik.
Melihat judulnya, seyogianyalah RUU Pemberantasan…
Untuk kamu yang telah mencuri perhatianku sejak tiga bulan lalu,
Diantara amplop coklat berisikan riwayat hidup, aku mengirimimu secarik surat berisikan pesan rahasia yang siap untuk kau nikmati. Apakah sapaanku saat itu mengejutkanmu? Maaf, tapi bukankah untuk jatuh cinta tidak butuh aba-aba? Selama tiga bulan ini, aku diberi pekerjaan untuk mengamatimu oleh hati. Setiap aku terbangun dari tidurku aku selalu menanti pesan yang tertulis di hpku, aku pun tahu wanita kesukaanku telah mengirimkan pesan bahwa semalam dia ketiduran.
Tiba-tiba waktu terasa begitu penting untukku, karena tidak setiap detik,menit dan jam korneaku berkesempatan menangkap banyak peristiwa tentangmu disitu. Tiba-tiba kehadiranmu menyempurnakan setiap hari-hariku. Tiba-tiba duniaku yang sesederhana itu bisa bertumpu padamu.
Aku dan kamu tahu akan ada beratus bahkan beribu kilometer yang nantinya akan kita perjuangkan bersama, satu hal meski kita terpisah di jarak yang tak memiliki batas, aku tetap bisa melihat kamu dari dekat dengan jalur yang paling erat. Yaitu hati kita.
itulah salah satu komunikasi antara dua insan yang menjalin rasa yang belum pernah ada sebelumnya tak berharap terlalu jauh untuk menemani perjalanan yang masih sangat jauh dengan ketulusan dan penyertaan doa yang didalam
Selamat menikmati perjalanan ini nona
Jika kita berjodoh untuk dipertemukan, semoga kita berjodoh juga untuk dipersatukan. Entah kapan, tapi jika memang semoga kita bisa jatuh cinta bersamaan. Agar tak ada lagi rasa sakit tak seimbang yang salah satu rasakan.
“Kenapa kamu bisa sayang sama aku?”
Mungkin pertanyaan sepele seperti di atas sering dilontarkan antar pasangan. Entah dari pria ke wanita atau sebaliknya, atau saat-saat ketika anda akan ditolak oleh orang yang ingin anda jadikan pacar.
Yang lalu masuk ke pemikiran saya adalah, apakah kita membutuhkan alasan untuk menyayangi seseorang? Kita tepikan keluarga dan sahabat terlebih dahulu, kita fokuskan kepada pasangan kekasih.
Menurut saya, untuk menyayangi seseorang itu tidak membutuhkan alasan yang real, sama seperti kepercayaan kita kepada Tuhan. Cukup keyakinan dan kepercayaan.
Sangat manusiawi memang bila kita menyukai sesorang karena alasan fisik atau sifatnya. Tapi pernahkah anda berpikir sejauh ini, bila kita menyayangi seseorang karena dia cantik, bagaimana bila dia tidak cantik lagi? Apakah rasa cinta kita boleh hilang?
Atau bila kita menyayangi seseorang karena dia perhatian dan care kepada kita, bila suatu saat nanti dia tidak memberikan perhatian lagi sayang kita boleh hilang donk?
Cinta dan sayang itu mestinya tanpa batasan dan tanpa alasan, agar cinta itu mampu tumbuh dengan sangat baik.
Bila suatu saat, seorang perempuan yang menjadi pasanganx saya sekarang bertanya kepada saya, kenapa saya bisa sayang dia, saya akan jawab dengan cepat,
“Aku sayang kamu karena aku sayang kamu, ngga’ perlu pake alesan.”
I said I love you, and that’s forever,
And this I promise from the heart,
I couldn’t love you, any better,
I love you just the way you are.
— @kikisuriki (via poeticonnie)
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..(Aku Ingin-Sapardi Djoko Damono)
kamu tiba-tiba menjadi seseorang yang luar biasa bagiku
kamu seperti kompas yang menunjukan arah kemanapun aku mau
kamu melukis duniaku dengan cat warna warni agar aku bisa menari tanpa kamu sadari
semua yang menjadi duniamu segera akan menjadi duniaku
itukan yang namanya jatuh cinta?
ya,aku mencintaimu
dengan apa yang kamu miliki sekarang
kelebihan bahkan kekurangannya..
mencintaimu seperti terbius oleh wangi bunga melati
seperti lentera yang selalu menemani perjalanan
aku tidak mau sendiri
untuk seseorang yang menyita pikiranku
aku mencintaimu
seperti rembulan yang tak ingin kehilangan malam
seperti jantungku yang tak berhenti berdetak
seperti melodi yang tak bisa lepas dari nada nada yang bernyanyi
dan seperti caraku mencintaimu dengan sederhana dan penuh arti……

Semoga indah pada waktunya :)
(Source: myclip, via achmadlutfi)